27.01.2012
Ads:
Mau liat-liat pakaian silahkan klik di sini
BERITA MILITER
AS MEMINTA RUSSIA MEMBATALKAN PENJUALAN JET TEMPUR BARU KE SURIAH
skyblunews, Russia -Takut akan di gunakan untuk melakukan opresi terhadap pemerintah negeri itu melakukan operasi militer terhadap warganya yang melakukan orasi untuk menjatuhkan presiden Suriah berkuasa Assad, pemerintah AS mengutuskan wakilnya ke Russia dan meminta Russia untuk segera menghentikan ataupun membatalkan sementara penjualan jet tempur latih YAK-130 yang di pesan oleh pemerintah Suriah yang berkuasa sekarang hingga suasana politik dalam Suriah kembali kondusif.
Pemerintah Suriah sendiri baru tidak lama menandatangani kontrak pembelian persenjataan militer baru dari Russia bernilai total US$ 550 juta untuk 36 jet latih YAK-130. YAK-130 sendiri selain berfungsi sebagai jet latih dapat menjadi pesawat serang darat ringan. Untuk itu AS mengirimkan duta untuk urusan Timur Tengah, Felltman ke Russia untuk membahas seberapa seriusnya dampak transfer jet tempur ini ke Suriah dalam waktu dekat. Bukan hanya itu, beberapa waktu lalu AS mencium adanya pengiriman amunisi dari Russia ke Suriah melalui jalur laut sekitar awal bulan Januari tahun ini. Untuk yang ini satu, AS masih mengalami kesulitan mengkonfirmasi dengan yakin atas kapal kargo yang di curigai.
Sejauh ini hanya Russia dan China terus menerus berusaha menggalkan resolusi dewan keamanan PBB yang di tenggarai oleh Jerman untuk “menjatuhkan” presiden Suriah berkuasa , Al Assad. Alasannya kemungkinan kedua negara ini takut akan hal serupa bisa terjadi di dalam negaranya. Namun baik China maupun Russia mengutarakan alasan mereka menghalangi resolusi DK PBB ini karena melihat revolusi Libya yang sebenarnya tidak berjalan begitu baik (sekarang Libya ada kemungkinan terancam perang saudara dan pembagian negara). Sementara beberapa waktu lalu, kepala Liga Arab yang di kirim ke Suriah untuk memantau kejadian sebenarnya tewas terbunuh dalam perjalanan dengan kendaraanya. Dia di duga tewas di tembak oleh pasukan keamanan Suriah yang bertugas. Akibat ketidakpastiaan keamanan ini, sisa anggota liga arab yang bertugas untuk memantau di Suriah “buru-buru” pulang karena rentannya keamanan.
Sejauh ini baik barat maupun pengamat dari Liga Arab mencatat adanya 5,400 orang tewas akibat bentrokan antara pemerintah Suriah dengan para pemrotes rezim Assad sejak Maret tahun lalu.
ADS : Mau cuci cetak Foto /Kanvas
05.01.2012
BISNIS MILITER
AB KORSEL MEMESAN JET TEMPUR T-50

FA-50 Golden Eagle
Skyblu, Korsel – AB Korsel menyepakati pembelian 20 unit pesawat tempur FA-50 bernilai total US$ 600 juta. Jet-jet tempur ini nantinya secara perlahan-lahan akan di gunakan untuk menggantikan jet-jet tempur lama buatan Northrop Grumman F-5 Tiger. Pemerintah Korsel rencananya akan memesan jet tempur ini sampai dengan 150 unit di masa depan yang di perkirakan akan di mulai dari tahun 2013 hingga tahun 2014.
FA-50 adalah model yang telah di modernisasikan yakni berkemampuan untuk membawa Tactical data link 16 dan radar buatan Israel Elta Systems EL/M-2032 pulse doppler. Selain itu kemungkinan akan di pasang radar AESA buatan Northrop Grumman ataukah Raytheon. Selain itu jet tempur jenis ini juga akan di pasang sistem pengindra malam dan radar peringatan tembak termasuk di dalamnya membawa sekitar 4,900 pon senjata eksternal termasuk bom JDAM(Joint Direct Attack Munitions) dan sensor kontrol ledakan bom CBU-97. Pesawat juga akan di lengkapi dengan senapan mesin tunggal 20 mm maupun rudal udara-udara. Selain itu jet tempur ini akan menggotong sebuah mesin General Electric F404.
Korsel sendiri sedang mengadakan “sayembara” kepada beberapa perusahaan manufaktur jet tempur generasi 5 yang tergabung dalam program FX-III yakni: F-15 Silent Eagle, Eurofighter Typhoon, F-35 Lightning II, Su PAK FA. Namun sampai sekarang masih belum ada pemenangnya. Menurut pendapatku pribadi sepertinya pilihan akan jatuh pada jet tempur siluman generasi kelima F-35 mengikuti jejak negara tetangganya, Jepang yang membeli 42 unit F-35 pada desember silam.
(sumber: flight international)
01.01.2012
BISNIS MILITER
AS MENYETUJUI KONTRAK SENJATA KE UEA
skyblu, UEA – Menjelang tahun baru 2012 kemarin, Amerika hampir menyetujui hampir 2 kontrak kesepakatan penjualan peralatan tempur kedua negara terpisah yakni Arab Saudi dan UEA. UEA bersedia membayar US$ 3,48 milyar untuk puluhan rudal pencegat sebagai bagian dari sistem tameng negaranya terhadap kemungkinan serangan baik dari udara, darat maupun laut dari negara tetangganya yakni Iran.
Kontrak penjualan senjata ini di menangkan oleh perusahaan Lockheed Martin dengan menyuplai sekitar 96 sistem rudal yang tergabung dalam bagian rudal pertahanan teater atau THAAD. Sementara itu AS juga menutup beberapa kontrak penjualan senjata kepada kedua negara sekutu AS di timur tengah yakni Arab Saudi dan Kuwait berupa sistem rudal pertahanan pasif dengan rincian sebagai berikut:
- Kuwait : 209 unit rudal patriot bernilai US$ 900 juta.
- Arab Saudi : bernilai US$ 1,7 millyar.
Saham Lockheed Martin di tutup menguat 3,01 % saat pengumuman kontrak penjualan senjata ini terjadi yang sebelumnya telah di ikuti oleh penutupan kontrak penjualan jet tempur siluman F-35 ke Jepang beberapa waktu lalu. Total pengembalian untuk saham Lockheed Martin di perkirakan mencapai 26,62 % dengan angka terakhir 63,23 point.
Sungguh sebuah kontrak penjualan senjata masif selama tahun 2011. Semoga negara pengontrak senjata dalam jumlah besar ini mempertimbangkan kembali pertikaian konflik bersenjata di masa depan. Selamat Tahun Baru 2012 kepada para pembaca setia.
(sumber: AP)
16.12.2011
BISNIS MILITER
Sukhoi Menerima Kontrak PEmbaharuan 42 Su-30 MKI milik India
Sukhoi ketimban rezeki baru setelah lama tidak terdengar kontrak-kontrak baru dan besar yang di tandatangani tahun ini, Mendekati akhir penghujung tahun secara mendadak India memberikan kontrak kepada Sukhoi untuk pembaharuan 42 pesawat tempur jenis Sukhoi-30 MKI. Negosiasi memang telah berlangsung alot selama setahun penuh namun keputusan baru di berikan pada akhir tahun ini.
Tanda tangan kesepakatan ini di lakukan kemarin setelah kunjungan kerja PM India Mohammad Singh ke Russia. Lalu kenapa India memilih Sukhoi-30 MKI? India sendiri sebenarnya menginginkan armada pesawat tempur generasi 5 dan setelah melalui negosiasi panjang serta alot, Sukhoi selaku perusahaan induk pemroduksi jet tempur ini menyanggupi penanaman teknologi generasi kelima ke dalam jet tempur Su-30 MKI milik India. Mereka menyebutnya dengan “Super Sukhoi”. Tanpa mengubah desain awal jet tempurnya, namun jet tempur ini akan mengusung karakteristik siluman di dalamnya, jarak tempur yang lebih jauh dan daya angkut yang tinggi.
Sukhoi menjadwalkan pengiriman pesanan India ini terhitung dari 2014 hingga tahun 2018. Kontrak penjualan yang di terima Sukhoi dari pemerintah India adalah sekitar Rs 20,000 Crore. Apakah Indonesia juga tertarik memperbaharui pesanan dan armada Su-30 yang ada?
(Sumber: Defencetalk)
14.12.2011
BERITA PERTAHANAN
RUSSIA MENERIMA 6 SUKHOI-34
Russia, Skyblu – Hari ini dephan Russia menerima 4 Sukhoi-34 “Strike Flanker” atau di kenal dengan Platipus karena bentuknya. Sisa dua jet tempur itu akan kembali di kirimkan beberapa hari kedepan karena perlunya sedikit penyesuaian. Jet-JEt pembom tempur ini di kirimkan dari bandara udara Novosibirsk Aircraft Production Association (NAPO) menuju pangkalannya di Voronezh sebelah tenggara negara Russia. Russia memberikan kontrak kepada Sukhoi untuk pemesanan 32 Su-34 pada tahun 2008 dengan tujuan untuk menggantikan jet tempur serang darat Su-24 “Fencer” yang akan segera pensiun.
Sukhoi menjanjikan pesawat tempur pembom baru ini memiliki kemampuan setara dengan jet tempur serang darat generasi 4++ buatan barat. Walaupun begitu, Sukhoi tidak menjelaskan model pesawat pembom tempur barat yang di maksud. Sukhoi menjanjikan kemampuan jarak jelajah pembom tempur ini 2 kali lipat di bandingkan dengan model sebelumnya yang di sebut-sebut mendekati kemampuan pembom jarak menengah. Beroperasi pada segala cuaca baik siang maupun malam, sistem terbang dan kokpit digital. Selain kecanggihan-kecanggihan yang di tanamkan oleh Sukhoi ke dalam model pembom tempur pesanan AB Russia ini, Sukhoi juga tidak lupa mencangkokan kokpit anti peluru melindungi awak pilot dari kemungkinan tertembusnya pecahan peluru ketika berada pada ketinggian rendah di dalam garis pertahanan musuh.
14.11.2011
UEA :Rafale VS Eurofighter
UEA, Skyblu – dalam acara pertunjukkan udara Dubai beberapa hari ini, sebuah berita mengejutkan datang dari pemerintah UEA sendiri mengenai pergantian pesawat tempur masa depan mereka yang sepertinya hampir di menangi oleh perusahaan Dassault dengan Rafale dari Perancis. Pembatalan pemilihan pesawat tempur itu di sebut berakhir pada detik-detik terakhir penandatanganan kontrak pemesanan 60 unit jet tempur Rafale Omnirole. UEA memberikan kesempatan kepada konsorsium 4 negara yakni Italia, Jerman, Inggris dan Spanyol yang di pimpin oleh Inggris sendiri untuk mendemokan jet tempur multi fungsi Eurofighter Typhoon pada acara pertunjukkan udara Dubai yang sedang berlangsung ini.
Flightinternational menyebutkan bahwa BAE dari Inggris yang merupakan salah satu dari 4 perusahaan pembuat pesawat tempur ini mendekati pemerintah UEA pada tanggal 17 Oktober untuk sebuah penawaran pesawat tempur masa depan baru. Dan secara mendadak, pada tanggal 13 November, pemerintah UEA meminta konsorsium Eurofighter untuk memasukkan proposal penawaran baru kepada pemerintah UEA. Dassault sendiri kaget dengan sikap UEA ini, namun jika di lihat dari produk sepertinya cara pemasaran Dassault dengan Rafale terasa sedikit kaku di bandingkan dengan Eurofighter Typhoon. Hal ini jelas terbaca pada artikel yang di muat secara online oleh majalah flightinternational yang menyebutkan bahwa Eurofighter berbasis pada kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga memungkinkan penyesuaian standar sesuai dengan kebutuhan pesanan AB negara yang di tuju. Sementara Dassault Rafale terasa kaku karena hanya berjibaku pada kemampuan omnirole yang di tawarkannya.

EF-2000
Jika Dassault Rafale tidak terpilih lagi dalam ajang pertempuran kontrak pesanan pesawat tempur berarti jet tempur ini terkesan gagal total dalam pasar Internasional. Padahal beberapa waktu lalu dalam majalah Angkasa di tulis perbandingan pesawat tempur jelas bahwa Rafale jauh lebih murah ketimbang Eurofighter Typhoon. Namun jelas kandungan teknologi dan kemampuannya pun juga berbeda. Lalu dalam perseteruan ini, UEA akan memilih produk siapa? ataukah akan memilih kedua-duanya dalam porsi yang berbeda.
25.10.2004
BERITA PERTAHANAN
Pesawat Tempur Russia jatuh, Pilot Tewas
Russia, Skyblunews - Sebuah pesawat pembom tempur milik AU Russia, Su-24 “Fencer” jatuh saat hendak mendarat di bandara militer Seryshevo – Ukrainka , Amur pada hari Kamis 20 Oktober pukul 12:00 waktu setempat atau pukul 2:00 GMT. Kedua awak tewas di tempat. Pesawat yang tergelincir keluar di ujung landasan akibat penyangga roda depan pesawat patah.Jet multiperan ini lepas landas dari Voronezh. Pesawatyang jatuh tersebut seyogianya akan melakukan perawatan rutin di Hanggar Ukrainka. Pihak otoritas mengatakan bahwa tidak ada penghentian sementara pengoperasian pesawat dan mengganggap kecelakaan ini karena kesalahan teknis yang di kaitkan dengan human error.
Hasil investigasi sementara menunjukkan pelemahan struktur perut pesawat bagian bawah depan. Senjata kanon yang dapat menyemburkan ratusan peluru ke depan sebagai penyebab pelemahan struktur kerangka pesawat sebelumnya. Jumlah jet tempur Su-24 “Fencer” memang sedang dalam tahapan memasuki masa pensiun dan penggantian jet tempur baru dengan peranan serupa yakni Su-34 “Strike Flanker” sedang dalam tahap memasuki dinas AB Russia.
SU-24 Fencer
Su-34 Strike Flanker -Penerus Generasi Su-24
14.10.2011
BERITA PERTAHANAN
China Menyangkal Pesawat Tempur Jatuh
Skyblu, China - Beberapa waktu lalu seperti yang di laporkan oleh beberapa media cetak maupun elektronik bahwa militer Cina kehilangan sebuha pesawat tempur eksperimentalnya J-10 B “Vigorous Dragon” di distrik Yan Liang, Xiaan ketika sedang melakukan uji coba terbang. Berita itu juga menyebutkan bahwa pilot gagal menlontarkan diri dari pesawat dan jatuh bersama dengan pesawatnya ke tanah. Militer Cina menyangkal dan meminta berita di luruskan bahwa tidak ada pesawat tempur baru buatan Cina yang jatuh seperti yang di laporkan. Koreksi laporan tersebut di rilis oleh People’s Daily Online setelah media ini meminta konfirmasi langsung ke otoritas militer Cina.Militer Cina menyebutkannya sebagai sebuah fiksi dimana mereka melacak sumber awal mengenai berita ini yang ternyata di muat dalam sebuah blog pribadi seorang pekerja. J-10 adalah pesawat tempur generasi 4 buatan Cina yang mengusung teknologi segala cuaca dan memiliki peran multi.
Jika berita jatuhnya pesawat eksperimental J-10B di sangkal maka sebuah pesawat pembom tempur FBC-1 “Flying Leopard” milik AU China Jatuh dalam pertunjukkan udara di propinsi Shaanxi hari ini. Pilot berhasil melontarkan diri sekitar 200 m dari tanah lapangan kosong. Tidak ada korban jiwa maupun materril dalam kejadian ini.
04.10.2011
PERTAHANAN
BRAZIL BUTUH JET TEMPUR BARU SECEPATNYA
Skyblu, Brazil – Hal ini di sebut sendiri oleh menhan Brazil karena banyak pesawat tempur dalam penggunaan inventori jet tempur AB Brazil sudah berada dalam kelelahan sangat. Perusahaan-perusahaan manufaktur pesawat tempur yang ikut serta dalam melakukan kompetisi pengadaan jet tempur baru bagi AB negara ini juga sudah tidak lagi mengalami bersemangat setelah pemerintah Brazil mengatakan akan menunda keputusan pembelanjaan pesawat tempur baru hingga tahun 2012 karena gejala epidemik krisis ekonomi yang melanda dunia.
SAAB, Boeing dan Dassault yang ikut dalam tender pengadaan juga telah berdiam diri dan tidak lagi mengejar penawaran maupun keputusan pemerintah Brazil untuk memilih produk salah satu manufaktur tersebut. Menhan Brazil menyebutkan sebuah skadron pesawat tempur Mirage2000 buatan Perancis yang berada di pangkalan Annapolis, Brazil akan tidak dapat mengudara dalam beberapa tahun mendatang karena alasan usia dan kesulitan suku cadang. Menhan juga menggariskan kebutuhannya akan jet tempur baru untuk berpatroli di sekitar hutan Amazon dan kilang minyak lepas pantai.
Pemerintah Brazil sedianya akan membeli 36 jet tempur untuk kebutuhan AB. Rencana pembelian yang di tangani oleh mantan presiden Brazil, Lula Da Silva kandas setelah pengunduran dirinya tahun 2010 dan di gantikan oleh presiden baru, Dilma Rousseff. Dilma tidak menunjukkan minatnya sama sekali dengan kontrak pembelian pesawat tempur dan terus melakukan penundaan.
(sumber: defencetalk)
22.09.2011
BISNIS PERTAHANAN
F-16 TAIWAN AKAN DI PERBAHARUI
SKYBLU, TAIWAN - walaupun di tengah tentangan pemerintah Cina, AS di bawah administrasi Obama menyetujui paket pembaharuan sekitar 145 jet tempur F-16 A/B TAiwan dengan sistem persenjataan dan radar baru agar dapat menghadapi pesawat tempur siluman Cina di masa depan, Total kontrak pembaharuan ini bernilai US$ 5,85 Milyar. China melalui wakil menlunya, Zhan Zhijun memeberikan nada protesnya kepada AS melalui dubes AS di Cina, Locke, ” Cina dengan tegas meminta AS untuk lebih berhati-hati dalam isu bersensitivitas tinggi ini dan dampak olehnya karena ini menjadi ancaman serius bagi Cina, hormati komitmen dan segera membatalkan keputusan kalian (Obama) keliru.” Protes nada keras itu di muat dalam koran berita Xinhua.
Di lain sisi, administrasi Obama di perselahkan oleh partai Republik karena terus menunda penjualan F-16 baru kepada Taiwan sebagai sesuatu pelanggaran terhadap pakta relasi AS-TAiwan yang di tandatangi pada tahun 1979. Di mana dalam kesepakatan tersebut, AS di wajibkan untuk menjual persenjataan kepada Taiwan dalam rangka untuk mempertahankan diri terhadap segala jenis ancaman. Namun salah seorang dari kantor administrasi Obama melawan kritik yang di lancarkan dari dalam negerinya dengan menyebutkan bahwa selama administrasi OBama berkuasa telah ada paket penjualan senjata yang di setujui kepada pemerintah Taiwan bernilai lebih dari US$ 12 milyar, lebih besar di bandingkan ketika Bush berkuasa.
Salah seorang pengamat aviasi dari Teal Group menyebutkan bahwa penundaan penjualan F-16 kepada Taiwan dan hanya mengizinkan negara ini untuk memperbaharui F-16 yang ada tidak cukup membuat AU TAiwan menghadapi jumlah pesawat tempur Cina yang jumlahnya melampui ribuan. Dia menyebutkan dengan singkat, “Taiwan kalah jumlah.”
Sementara itu kepala komite Urusan RT Luar Negeri AS menyebutkan penjualan paket pembahruan itu merupakan langkah yang tepat namun sayangnya tidak cukup bagus. Taiwan menyatakan minatnya untuk membeli jet tempur siluman generasi kelima yang merupakan proyek keroyokan bersama JSF/F-35 kepada AS untuk menghadapi jet tempur siluman Cina di masa depan.




