Arsip

Arsip untuk Januari 31, 2012

31.01.2012

BERITA MILITER

INDIA AKHIRNYA MEMENANGKAN PERANCIS

French Dassault Rafale, Keberhasilan Ekspor Perdananya ke India

Skyblunews, India – Selamat buat Dassault dari Perancis dengan Rafale , setelah hampir setahun berjuang untuk memenangkan tender 126 jet tempur MMRCA dan mendepak Eurofighter Typhoon keluar dari kompetisi. Pengumuman menang tender baru di umumkan sore ini. Memang tidak terlalu detail, namun satu hal yang bisa di pastikan adalah harga jet tempur Rafale per unit jauh lebih mahal ketimbang EF-2000 yang di tawarkan selama kompetisi berlangsung. Harga memang bukan segala-galanya, namun sepertinya hubungan baik AU kedua negara yang sebenarnya sedang di bicarakan.

Kenapa? karena India menggunakan ratusan jet tempur Mirage-2000 buatan Dassault bisa jadi merupakan alasannya. India kemungkinan di tawarkan kemudahan maupun harga yang lebih kompetitif dalam memperbaharui jet-jet tempur Mirage lamanya oleh Dassault pada beberapa bulan silam.

Untuk Perancis ini adalah kemenangan pertamanya untuk pemasaran jet-jet tempur Rafale bukan hanya di kawasan Asia Pasifik namun juga pasar ekspor dalam kurun waktu 10 tahun lebih. Beberapa tahun silam,, AU Singapura mematahkan pemasaran jet tempur ini dalam ajang kompetisi pemilihan pesawat tempur pengganti dalam permulaan tender karena di nilai kemampuan jet tempur ini masih di bawah syarat yang di tentukan.

Dassault memang tidak patah semangat menawarkan jet-jet tempur Rafale di kawasan Asia ini antara lain Malaysia, Jepang dan selanjutnya mungkin Serbia serta Swiss. Namun sepertinya Jepang memilih mempertahankan hubungan baik dengan AS lebih memilih jet tempur siluman generasi kelima, F-35 JSF. Namun memang tidak bisa di pungkiri pesawat tempur F-35 ini memang jauh lebih bagus namun sayangnya belum siap pakai. Bagi Jepang ini, Ibarat sebuah investasi awal atau oleh orang awam lebih di kenal dengan Indent.

India menggelontorkan lebih dari US$ 11 Milyar untuk 126 unit Rafale yang di produksi dalam jangaka waktu 3 sampai dengan 6 tahun ke depan bahkan lebih. Sebagai catatan 1 unit jet tempur Rafale di perkirakan sekitar US$ 83 juta versus 1 unit jet tempur EF-2000 di perkirakan berkisar antara US$50 hingga US$ 60 juta.

India sendiri hanya menginginkan 80 unit jet tempur Rafale di impor langsung dari Perancis dan sisanya di bangun di fasilitas pembuat pesawa terbangnya di dalam negeri. Namun sepertinya kesepakatan jumlah unit yang di pesan bisa berkurang jika Dassault menolak mengizinkan memproduksi seluruh/sebagian komponen jet-jet tempur itu di India sendiri. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi Dassault yang dulunya sebelum mengembangkan Rafale merupakan bagian dari proyek pengembangan Eurofighter bersama ke empat negara lainnya.

Semoga sukses untuk pasar ekspor perdananya perdananya, Mr. Dassault.

HUNGARIA MEMPERPANJANG SEWA GRIPPEN

SKYBLUNEWS, SWISS – Tidak banyak AU yang ingin memiliki jet tempur ini di lapangan udaranya namun kebanyakan menyewa jet-jet tempur ini langsung dari SAAB , Swedia. Lika-liku pemasaran jet tempur ini memang sulit sejak jet tempur ini selesai di bikin di awal dekade tahun 90 an saat perang dingin hampir usai. SAAB benar-benar mengalami kesulitan dalam memasarkan jet tempur ini keluar negeri. Sesuai dengan sejarah, SAAB waktu itu mau tidak mau bekerjasama dengan BAE dari Inggris untuk membantu pemasaran mereka. Sebagai gantinya BAE menginginkan sebagian teknologi peninggalan perang dingin yang di cangkokan dalam jet tempur ini.

JAS-39 Grippen 2 seater NExt Generation

Pasar ekspor pertamanya sepertinya SAAB menyewakan jet tempur ini ke salah satu negara di Afrika dalam periode tertentu dengan opsi membelinya setelah masa penyewaan usai ataupun memberikan perpanjangan penyewaannya. Namun bukan berarti semua negara menggunakannya hanya dengan sistem sewa. Tercatat beberapa tahun lalu , salah satu negara anggota ASEAN, Thailand membeli jet tempur JAS-39 Grippen NG untuk memperkuat punggung AU negaranya. Selain itu negara ini juga membeli beberapa pesawat patroli maritim dari perusahaan yang sama. SAAB memang santer terdengar karena mengalami kesulitan finansial dan terancam bangkrut di negaranya, namun untuk penjualan peralatan pertahanan tampaknya masih bisa bertahan. Bayangkan sedikit sekali kendaraan-kendaraan bermotor buatan SAAB yang terdengar menggelinding di jalanan. Mobil buatannya yang cukup terkenal sampai sekarang, Volvo juga jarang sekali terlihat di jalanan Indonesia juga menjadi salah satu indikatornya.

Hungaria dan Swedia secara mendadak hari ini menandatangani perpanjangan sewa 14(12 + 2) unit jet tempur JAS-39 Grippen.  Tidak di beritakan scara persis nilai perpanjangan sewa jet tempur selama 10 tahun ke depan dari masa persewaan berakhir pada tahun 2016 ini hingga tahun 2026. Jet tempur ini memulai dinas di AU Hungaria pada tahun 2008. Apakah Hungaria tidak berniat membelinya mengingat harga pasar jet tempur bekas pakai ini sudah jauh di bawah harga pasar? Ataukah Hungaria tidak berniat membeli karena menunggu jet tempur yang lebih baik dengan harga yang sesuai dengan anggaran yang di inginkan di masa depan?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.